Tentang kami

Sedekah Benih adalah sebuah proyek kolaborasi yang digagas oleh Vincent Rumahloine (seniman) dan Mang Dian (Aktivis Lingkungan dan Ketua RT) yang menggabungkan seni, kearifan lokal, aktivisme dan musik yang membahas tentang urban farming di Kota Bandung melalui serangkaian kegiatan partisipatoris. Sedekah Benih ini dimulai pada bulan April 2021 hingga November 2021 dan dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap satu yaitu  mempersiapkan benih yang dilakukan di Urban Organik Farm, tahap dua yaitu menumbukankan benih dan tahap tiga yaitu panen yang akan dirayakan bersama dengan Goethe-Institut Bandung.

Di kota Bandung kita mengenal sebuah istilah dalam bahasa Sunda yaitu “tiis leungeun” atau orang yang pandai dalam menanam. Pada mulanya tiis leungeun pada masyarakat tradisional Sunda ditujukan pada perempuan yang memiliki posisi penting dalam masyarakat dimana peran mereka adalah memilih dan menanam benih padi yang nantinya akan menjadi makanan pokok bagi seluruh anggota masyarakat. Kita sering menanggap bahwa tiis leungeun adalah sebuah anugrah atau bakat yang tidak dimiliki oleh semua orang. Dengan perkembangan teknologi saat ini pengetahuan para tiis leungeun dapat direkam, dicatat dan kemudian disajikan kembali pada masyarakat sehingga dapat dipelajari oleh orang banyak yang ingin menjadi tiis leungeun secara bertahap.

Sedekah benih mencoba untuk mengajak publik untuk ikut serta dalam merawat dan menumbuhkan 100 tanaman yang sudah dipersiapkan oleh Mang Dian dan juga juga sudah diberi perawatan khusus sebelumnya melalui musik oleh karinding dan Bottlesmoker. Dalam budaya tradisional Sunda seni musik selalu menjadi bagian dalam setiap perayaan yang berhubungan dengan pertanian. Salah satu contohnya adalah alat musik tradisional Karinding dipakai saat proses menanam untuk berkomunikasi dengan tanaman dan juga hewan-hewan yang sudah ada terlebih dahulu di tempat yang akan ditanami melalui bunyi. Tanaman yang dipilih adalah tanaman cabai rawit / cengek yang merupakan tanaman penting di Indonesia dimana cengek adalah bahan dasar dari sambal yang adalah makanan yang penting bagi kebanyakan rakyat Indonesia.

Para partisipan diharapkan untuk dapat terus membagikan perkembangan dari tanaman cengek yang mereka ambil hingga pada saat panen nantinya melalui sosial media dengan menggunakan #sedekahbenih. Setiap partisipan akan dibekali dengan e-book tiis leungeun level A dimana mereka bisa mengikuti informasi di dalamnya ataupun dapat menggabungkan dengan metode yang mereka sudah ketahui sebelumnya.

Kami berharap melalui Sedekah Benih kita dapat mempelajari tentang pentingnya menanam bagi masyarakat urban dan juga isu lingkungan  melalui pengetahuan kearifan lokal yang ada disekitar kita.

Bagi yang berminat untuk mempelajari menjadi “tiis leungeun” dan juga terlibat dalam proyek ini mari daftarkan diri melalui tautan dibawah ini untuk mendapatkan 1 dari 100 tanaman cengek dari kami.

BERBAGI, MENANAM & BERBAGI LAGI

program

Persiapan Benih

Menumbuhkan Benih

Festival Panen

Udunan Bunyi

Pada tahap ini benih tanaman cengek yang akan dibagikan akan dipersiapkan oleh Mang Dian di Urban Organik Farm, Cibogo Bandung. Saat tanaman berusia 8 hari sejak ditanam, tanaman diberikan perawatan khusus dengan menggunakan musik tradisional karinding yang di mainkan oleh personil Karinding Keos

Tahap menumbuhkan benih adalah tahap pemindahan tumbuhan cengek yang sudah memiliki 4 atau 5 daun ke media tanam yang lebih besar. Media tanam untuk tanaman cengek yang akan dibagikan menggunakan campuran tanah, sekam, pupuk kendang dan serabut kelapa yang ditempatkan didalam wadah. Untuk wadak kami menggunakan limbah plastik bekas kemasan isi ulang minyak goreng yang diambil dari warga dan pedagang sekitar Urban Organik Farm. Tanaman cengek siap diambil pada tanggal 5 – 8 Oktober di Goethe- Institut Bandung

Pada bulan November 2021 para partisipan yang mengambil tanaman cengek dan juga masyakarat umum dapat ikut merayakan festival panen yang akan diadakan di Goethe-Institut Bandung. Para partisipan sedekah benih dapat membagikan hasil panen cengek mereka melalui sosial media.

Participated in : 

     

    Partners :